"Kami harus kordinasi dengan teman-teman Kemenhub, dan kami belum tahu persis kelanjutannya karena masih ada keberatan dari Pertamina. Kami juga masih perlu kordinasi dengan Pertamina agar dicarikan akar permasalahannya," kata Menteri
Perindustrian Saleh Husin disela-sela kunjungannya di kawasan industri di Karawang, Selasa (4/11/2014).
Saleh mengungkapkan lokasi yang menjadi tempat pembangunan Pelabuhan cilamaya tersebut sudah layak dan tidak perlu mencari lokasi yang lain.
"Tempat di sana layak, tapi masih ada keberatan dari Pertamina. Nanti akan kita bicarakan lagi di rapat kabinet," ungkapnya.
Pembangunan Pelabuhan Cilmaya sangat dinanti-nanti oleh pelaku industri. Menurut Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus Direktur Karawang International Industry City (KIC), Sanny Iskandar, jika pelabuhan ini dibangun, tentunya dapat menghemat ongkos produksi.
"Ini kita tunggu-tunggu janji dari pemerintah. SK untuk Tim percepatan udah ada, tapi sampai sekarang kita tidak tahu kapan. Jika pelabuhan ini dibangun, kawasan industri di Bekasi, karawang dan sekitarnya kan tidak perlu ke Tanjung Priok lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II RJ Lino justru mengatakan, Indonesia tidak butuh pelabuhan Cilamaya. Pasalnya Lino menilai keberadaan Pelabuhan Cilamaya tidak berdampak signifikan pada operasional angkutan laut Indonesia. Malahan, dirinya menilai pelabuhan ini justru menambah beban perhubungan laut nasional.
(Rizkie Fauzian)