Image

Lokasi Pengganti Cilamaya Ditetapkan

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 15 Februari 2016 13:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 02 15 320 1312350 lokasi-pengganti-cilamaya-ditetapkan-R818AOCD5G.gif Ilustrasi (Foto :Antara)

JAKARTA – Pemerintah sudah menetapkan lokasi pelabuhan pengganti Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Lokasi tersebut dipastikan digeser ke arah timur Cilamaya yakni di sekitar Kabupaten Subang.

”Kita sudah ada studi kirakira daerah lokasi penggantinya itu di sekitaran Subang,” ungkap Direktur Transportasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Prihartono di Jakarta akhir pekan lalu. Bambang mengatakan, penetapan lokasi tersebut merupakan hasil studi kelayakan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Lokasi itu dianggap lebih aman dan memadai dibanding Cilamaya yang menjadi lokasi pengembangan migas offshore Jawa Barat bagian utara oleh PT Pertamina (Persero).

Bambang mengatakan, proyek pengembangan pelabuhan tersebut akan menjadi alternatif pelabuhan Tanjung Priok yang sudah padat. Adapun, pengerjaannya kemungkinan besar akan menggunakan skema kerja sama pemerintah- swasta (KPS). Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan, pihaknya masih enggan membocorkan lokasi spesifik pengganti Cilamaya demi menghindari aksi pemborongan tanah oleh para spekulan sehingga menyebabkan harga tanah yang akan menjadi lokasi proyek menjadi mahal.

Sofyan juga mengatakan, proyek pelabuhan ini juga masuk dalam tiga puluh proyek prioritas nasional yang tertuang dalam Permenko 12/ 2015. Dengan demikian, proyek ini dipastikan akan mendapatkan berbagai insentif dan jaminan pemerintah agar dapat berjalan lancar.

Bergesernya pembangunan Pelabuhan Cilamaya diputuskan dalam rapat antara Wakil PresidenJusufKalla, MenteriEnergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Kepala Bapenas dan Menko Maritim saat itu Andrianof Chaniago dan Indroyono Soesilo, serta Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar tahun lalu.

Keputusan itu diambil karena lokasi awal dinilai akan mengganggu operasional Pertamina Hulu Energi Offshore West Java (PHE ONWJ) yang bakal menimbulkan kerugian sangat besar. Pemilihan lokasi ke arah timur Cilamaya juga didasarkan pada industrinya yang sudah lebih maju. Daerah Subang dan Indramayu pun dinilai lebih pas untuk koridor pelayaran sehingga area safety zone lebih luas.(rai)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini