Image

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Perhatikan Kinerja Migas

Prabawati Sriningrum , Jurnalis · Kamis 02 April 2015, 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 04 02 320 1128451 pembangunan-pelabuhan-cilamaya-perhatikan-kinerja-migas-vmNS7nnj0z.jpg Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Perhatikan Kinerja Migas (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengungkapkan, pemerintah akan tetap meneruskan pembangunan pelabuhan di Pantai Utara Jawa. Hal tersebut, guna menanggulangi bila terjadinya kelebihan kapasitas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kendati demikian, pembangunan tersebut tetap menjaga adanya keberlanjutan operasi migas dari Offshore North West Java (ONWJ) yang berada di lokasi itu."Karena migas memberi pemasukan yang besar. Sekarang saja produksinya 40 ribu barel per hari. Pada 2020, 50 ribu barel per hari. Nah ini harus dipertahankan," paparnya di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Indroyono mengatakan, jika Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) akhirnya telah memutuskan bahwa pembangunan pelabuhan di Pantai Utara Jawa akan diarahkan ke timur dari lokasi yang sekarang.Keputusan itu diambil setelah adanya tinjauan langsung terhadap lokasi itu.

"Sekarang sedang dicari tempat yang lebar koridornya 10 km. Koridor itu supaya kapal kontainer ukuran 200 ribu ton bisa masuk bisa lewat, dicari ke sebelah timur yang koridornya lebarnya 10 km," jelasnya.

Indroyono menjelaskan, jika pihaknya akan segera melakukan uji kelayakan atau feasibility study terkait lokasi baru proyek tersebut.Berdasarkan rencana akan dilakukan oleh Bappenas bersama Kementerian Perhubungan dan BPPT,yang dikoordinasikan oleh Menko bidang Kemaritiman dan Menko bidang Perekonomian.

"Kalau soal daratannya enggak masalah. Karena pelabuhan itu dibangun offshore lepas pantai dan dikaitkan dengan lifteed toll road, enggak mengganggu sawah juga," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini