Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya soal Rupiah Hancur Imbas Perang AS-Iran: Enggak Punya Duit yang Jelek-jelekin

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 15 Maret 2026 |11:37 WIB
Purbaya soal Rupiah Hancur Imbas Perang AS-Iran: Enggak Punya Duit yang Jelek-jelekin
Purbaya soal Rupiah Hancur Imbas Perang AS-Iran: Enggak Punya Duit yang Jelek-jelekin (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang disebut hancur imbas perang AS-Iran. Rupiah sempat bergerak di level Rp17.000 per USD dan kini berada di level Rp16.958 per USD pada penutupan perdagangan Jumat lalu.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Purbaya menegaskan bahwa daya tahan mata uang Rupiah terhadap guncangan global saat ini masih sangat solid jika merujuk pada data fundamental. 

Pergerakan Rupiah saat Perang

Purbaya memaparkan bahwa berdasarkan data historis, setiap kali terjadi konflik peperangan, pelemahan Rupiah tergolong sangat minim dan tidak sedramatis yang dikhawatirkan beberapa pihak.

"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang Rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, itu setiap perang Rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3. Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin," ujar Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Minggu (15/3/2026).

Purbaya Jelaskan soal Kondisi Ekonomi

Purbaya menjelaskan bahwa penilaian kondisi ekonomi seharusnya merujuk pada instrumen risiko yang nyata. Ia mencontohkan Credit Default Swap (CDS) tenor 5 tahun yang tetap stabil serta selisih (spread) imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury yang hanya bergerak tipis.

"Terus kalau kita lihat yang CDS, IDR 5 year, 5 tahun, masih relatif stabil. Gambar yang kanan atas Pak, itu adalah spread dari SBN terhadap treasury. Di Januari 25, 240 basis point. Sekarang 243 basis point. Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja nggak percaya Pak. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja. Pengamat domestik yang nggak percaya," jelas Purbaya kepada Presiden.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement