Pemerintah Tak Boleh Batalkan Kenaikan Harga BBM

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 25 November 2014 11:25 WIB
Ilustrasi kenaikan harga BBM bersubsidi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dianggap wajar. Hal ini terjadi karena masyarakat bereaksi tanpa melihat program pemerintah yang akan dilakukan dari kebijakan ini.

"Tiga bulan ini mungkin Pemerintah akan jadi bulan-bulanan masyarakat yang tidak suka dengan kenaikan BBM ini. Mungkin sampai akhir tahun atau bahkan Januari tahun depan," kata Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng saat acara Indonesia Economic Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Menurutnya, penolakan tersebut tidak perlu disikapi secara skeptis. Pasalnya, selama ini masyarakat hanya ingin menerima BBM murah, dan tidak semua masyarakat langsung memahami permasalahan tersebut. "Itu kan wajar kalau ambil keputusan tapi tidak semua orang mengerti," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, seharusnya pemerintah yang harus gencar memberikan pengertian kepada masyarakat, mengenai alasan pengambilan keputusan tersebut. Kendati masih ada penolakan, dia berharap pemerintah tetap menunjukkan kepada masyarakat tentang pentingnya kenaikan harga BBM.

"Sudah diberi pengertian tapi tidak mengerti ya Pemerintah go ahead saja lah, jangan berhenti. Berarti beri pengertiannya bukan dengan omongan tapi dengan bukti," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya