"Harga di luar negeri, tinggal setengah harga dibandingkan sepuluh bulan lalu. Otomatis, anggaran subsidinya menurun, anggaran subsidi," ucap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (10/12/2014).
Menurutnya, walaupun anggaran pemberian subsidi Elpiji 3 Kg turun, namun harga jual Elpiji 3 Kg tidak akan mengalami penyesuaian. "Sebelumnya harga terlalu rendah, jadi subsidinya terlalu tinggi. Bisa Rp40 triliun per tahun, tapi sekarang bisa Rp10-Rp15 triliun saja," jelasnya.
Dia melanjutkan, anggaran subsidi untuk Elpiji 3 Kg sudah mencapai Rp450 triliun sejak program konversi minyak tanah ke Elpiji. "Sehingga anggaran subsidi kita turun, tidak lagi Rp40 triliun," tukasnya.
Sekadar informasi, menurunnya subsidi ini lantaran menurunnya harga minyak dan gas dunia. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari jatuh ke posisi USD65,29, namun kemudian naik 46 sen menjadi USD66,65 per barel.
(Martin Bagya Kertiyasa)