Perwakilan dari Timor Leste yakni Joao Mendes Goncalves sebagai Head of Mission Unit&State Representative. Deputi bidang Kerjasama Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan, kedatangan delegasi pagi hari ini untuk membahas tindak lanjut Trilateral Indonesia-Australia Utara dan Timor Leste.
"Ini konsep pembangunan integrasi tiga negara. Ini mirip Indonesia-Thailand-Malaysia atau Indonesia-Brunei-Filipina. Ini ada lagi tiga negara. Untuk pembangunan wilayah Indonesia Timur di berbagai bidang, seperti pertanian, perdagangan ataupun kelautan," ucap Rizal di Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/1/2015).
Rizal menambahkan, kajian tindak lanjut ini akan sedang dilakukan dan akan direview oleh Charles Darwin University. Sehingga pada 12-13 Februari 2015 akan dilakukan workshop tindak lanjut ini. "Nanti akan disepakati untuk pembentukan perwakilan senior advisor kerjasama ke depannya. Jadi inisiatif sudah diendorse oleh Kepala Negara dan disetujui oleh menteri," paparnya.
Menurutnya, ini merupakan gagasan bukan dua negara, tapi subnya mengenai integrasi antar wilayah yang berdekatan Indonesia Timur, seperti NTT-NTB. "Misalnya peternakan, di bidang perdagangan, kelautan, minyak dan gas, itu kan daerah kaya. Mereka kerjasama. Itu sedang dikaji bidang-bidang mana oleh Charles Darwin University," ungkapnya.
Sementara itu, Goncalves mengatakan, kedatangannya di sini untuk berkoordinasi dengan Indonesia sebagai tindak lanjut pembentukan kerjasama pada tahun lalu ketika bertemu di Bali Democrazy.
"Ke depan, inisiatif tentang pembangunan ekonomi tereintegrasi antara Timor Leste, Indonesia dan Australia bagian utara. Timor Leste berkomitmen untuk pembangunan sektor penting. Itu alasan saya berada di sini," paparnya.
Goncalves menambahkan, fokus pembangunan Indonesia timur seperti di NTT adalah konektivitas antarwilayah, kemudian konektivitas dari masing-masing institusi.
"Kita melihat kondisi untuk direct invesment. Kemudian perpindahan produk maupun barang mentah, kita fasilitasi. Di sisi lain, kita juga akan edukasi orang. Kita lihat ini pembangunan ekonomi seperti agribisnis, turis, energi dan infra kemudian sosial, kesehatan, pengembangan manusia. Pertukaran informasi budaya. Ada beberapa skala prioritas," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)