METAMAUK - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah menyiapkan sebuah sistem layanan terintegrasi di area perbatasan guna menyederhanakan proses pengaeasan dan layanan lalulintas di perbatasan.
Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan Cukai Susiwijono menyatakan, layanan terintergerasi yang dimaksud akan menggabungkan seluruh elemen layanan perbatasan dalam sebuah gedung yang sama dengan layout yang telah dirancang pihak Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
"Teman-teman dari BNPP itu sudah menyiapkan supaya layanannya lebih terintegrasi. Memang pos-pos perbatasan itu kita design itu nanti ke depannya akan menjadi pintu gerbang negara kita yang sangat penting dari sisi ekonomi dan pertahanan negara," tuturnya dalam, di Metamauk, Nusa Tenggara Timur, Jumat (23/5/2014).
Dirinya mencontohkan, seperti pos-pos pengawasan perbartasan di area perbatasan negeri tetangga yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Timor Leste. Di sana, lanjutnya, layanan terpadu sesuai dengan ukuran standar pelayanan sudah mulai diterapkan dengan layout gedung yang seragam di seluruh area perbatasan.
"Kalau kita bandingkan dengan yang ada di Timor Leste kemarin kan lihat di Wini. Itu kan konsepnya jelas, dibikin stantdar," ungkapnya.
Selain dari sisi layout pelayanan terpadu, jumlah tenaga kerja di pos perbatasan juga masih relatif kurang. Susi menjelaskan, jumlah ideal petugas pelayanan khusus untuk DJBC seharusnya berjumlah 4-5 orang petugas. Di Indonesia sendiri di beberapa pos perbatasan di wilayah NTT masih diisi hanya oleh 2 orang petugas.
"Memang ini kembali lagi masalah Sumber Daya manusia. Idealnya itu memang harus
Para petugas pos perbatasan DJBC juga, tambah Susi, hingga saat ini belum mendapatkan fasilitas tempat tinggal. Keadaan tersebut berbeda dengan situasi perbatasan di area Timor Leste yang pos perbatasannya dilengkapi dengan perumahan mini bagi para petugas.
"Kemudian yang penting, disini memang agak sulitnya kantor ini juga idealnya ada mess di belakangnya sehingga karena jauh dari mana-mana sehingga teman-teman yang stay disini difasilitasi untuk kebutuhan sehari-harinya," ungkap Susi.
"Memang idealnya kayak kantor timor letste kemarin kan kantor CIQSnya di belakang itu ada mess-mess yang secara bergantian diisi karyawan," tambahnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.