Rupiah Melemah, Gubernur BI Waspadai Kekuatan AS

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 02 Maret 2015 17:32 WIB
Ilustrasi: Reuters
Share :

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mewaspadai penguatan ekonomi Amerika yang mulai pulih, yang membuat mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kian berjaya.

Kondisi itu membuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sempat menyentuh level Rp13.000 per USD. Namun pada perdagangan pagi tadi, mata uang Garuda tersebut kembali ke level Rp12.900 per USD.

Mengomentari hal tersebut, Agus berharap APBN-P 2015 bisa direalisasikan dengan baik, sehingga secara fundamental membuat ekonomi menjadi positif dan berujung kepada stabilitas rupiah. “Namun secara umum, kita waspada kekuatan AS yang menguat," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/3/2015).

 

Agus Martowardojo menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mengendalikan harga BBM dengan baik dan mengendalikan inflasi. Dengan langkah tersebut diharapkan target Rupiah dalam APBN-Perubahan di level Rp12.500 per USD dapat tercapai.

Menurut Agus, kondisi nilai tukar Rupiah yang dipatok dalam APBN-P 2015 merupakan angka yang dapat berubah menjadi menguat atau melemah sekira 3 hingga 5 persen.

"Itu adalah rata-rata selama satu tahun dan sangat mungkin bahwa di Rp12.500 per USD itu bisa menguat atau melemah 3-5 persen. Tapi kondisinya di atas Rp12.500 per USD atau di bawah itu, ada penguatan atau pelemahan 3-5 persen," sebut Agus.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya