Adapun SPBG yang akan ditinjau adalah SPBG Lebak Bulus dan SPBG Cililitan, sementara untuk SPBG Ragunan yang awalnya direncanakan akan dikunjungi ternyata dibatalkan.
Menteri ESDM menyebut, penambahan jumlah SPBG tersebut dilakukan untuk mendukung program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Ketiga SPBU ini dikelola langsung oleh PT Pertamina Persero.
"Jadi sore ini kita memantau SPBG yang dibangun dan dikelola oleh Pertamina. Pembangunan SPBG (Lebak Bulus) ini berasal dari dana APBN 2013 . SPBG ini sudah beroperasi sejak November 2014. Ini merupakan salah satu dari 19 SPBG yang sedang dikembangkan," kata dia di Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Menteri Sudirman mengakui, saat ini penggunaan bahan bakar gas belum terlalu mengena di masyarakat. Di samping itu, industrinya juga dinilai yang belum begitu mendukung dan infrastrukturnya yang kurang lengkap.
"Selain itu pasokannya yang juga belum tertata. Regulasi dan kewajiban menggunakan gas juga belum masih harus didorong," tambah Menteri Sudirman.
(Rizkie Fauzian)