Direktur Brantas Adipraya Sudi Wantoko mengatakan, perseroan akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai Rp300 miliar. Menurutnya, sekira 16,67 persen atau sekira Rp50 miliar dari total nilai obligasi tersebut, akan dimanfaatkan untuk refinancing atau pembiayaan kembali atas pinjaman bank.
"Salah satu alasan emisi obligasi ini untuk memperbaiki struktur financial perusahaan. Selama ini dalam ekspansi usahanya, anak usaha kami ambil dana dari modal kerja (working capital) perseroan. Itu lumayan mengganggu dana perusahaan, makannya kami emisi obligasi," ungkap Sudi di Jakarta, Selasa (3/2/2015).
Lebih lanjut Sudi menjelaskan, perseroan memiliki utang di beberapa Bank meliputi Bank Mandiri, BRI dan Bank DBS. Di sisi lain tiga tahun terakhir, DER perseroan tersebut berhasil ditekan menjadi 3,19 kali di 2014, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 3,55 kali di 2013, dan sedangkan terhitung 3,24 kali di 2012.
"Kami emisi obligasi untuk mempertahankan DER kita supaya tidak jatuh. Kami punya utang bank di Bank Mandiri, BRI, dan DBS. Dalam pelunasan utang itu, nanti kami ambil porsinya masing-masing," pungkas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)