"Inflasi turun, arus masuk modal asing positif, indeks harga saham naik, kemudian harga yield, SUN kita menurun, apapun indikator itu adalah cukup baik," ujarnya.
Tidak hanya itu, pengelolaan ruang fiskal Indonesia pun jauh lebih sehat. Lantaran pemerintah tidak lagi disandera dengan besarnya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kita tidak lagi disandera kenaikan harga minyak, karena khawatir bahwa akan perlu mengubah APBN lagi," jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah tidak bisa mengintervensi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS agar tetap stabil. Sebab, tidak ada manfaatnya nilai tukar Rupiah diintervensi. Bank Indonesia (BI) pun sebagai lembaga moneter Indonesia tidak melakukan intervensi terhadap rupiah.
"Makanya BI tidak melakukan intervensi, kalaupun melakukan intervensi itu adalah urusan mereka secara teknis," tukasnya
(Rizkie Fauzian)