JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyebutkan, anjloknya harga minya dunia secara langsung mempengaruhi pendapatan negara. Pasalnya, harga minyak dunia berada level USD43 per barel.
Dia menuturkan, dengan harga minyak dunia yang berada di kisaran USD40 sampai USD50 per barel setidaknya memberikan kerugian ratusan triliun terhadap pendapatan negara.
"Pendapatan kita dari minyak dengan harga minyak 50 atau 40 sekian itu kita kekurangan pendapatan kira-kira 100 triliun. Itu diketahui semua," kata JK di Kantornya, Jumat (20/3/2015).
Dia menuturkan, anjloknya harga minyak dunia setidaknya ada beberapa efek yang dirasakan Indonesia. Efek yang pertama, kata JK positif bagi subsidi yang akan terhapus.
"Mungkin ada untung sedikit malah. Tapi pendapatan kita dari migas menurun juga, lebih banyak lagi. Itu efeknya," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)