"Sebenarnya bukan hanya Indonesia, di negara-negara lain itu 50 persen franchise-nya masih berjenis F&B," imbuhnya.
Kemudian, lanjut dia, untuk jenis bisnis franchise kedua yang paling diminati adalah ranah pendidikan. Jenis bisnis ini memang cukup menjanjikan, terlebih karena masih banyak masyarakat yang kurang percaya dengan kualitas pembelajaran di sekolah primer.
Lalu jenis bisnis franchise ketiga yang paling diminati adalah salon kecantikan. "Saya kira setelah itu salon kecantikan. Tapi masih ada jenis lain, misalnya jasa kurir atau minimarket," tambahnya.
(Fakhri Rezy)