Kompleks ini merupakan areal pameran terbesar di Slovakia. Pameran ini diikuti 11 negara di antaranya Indonesia, Vietnam, Thailand, Jepang, Puerto Rico, Italia, Polandia, Austria, Hongaria, Republik Ceko, dan Slovakia.
Kepala ITPC Budapest, Hikmat Rijadi, mengatakan pada pameran tersebut, para pengunjung Paviliun Indonesia antusias mencicipi produk teh melati dan teh hitam. Sekitar 1.000 gelas ludes diserbu pengunjung.
“Kami gembira, produk teh Indonesia sangat diminati masyarakat Slovakia yang dikenal sebagai salah satu penikmat teh dan kopi," ujar Hikmat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/4/2015).
Dia mengaku optimistis dapat mendongkrak ekspor ke Slovakia, terutama untuk produk kopi, teh, dan kakao. Dalam gelaran tersebut, Hikmat membawa tiga perusahaan besar yang bergerak di bidang produk teh, kopi, dan kakao, yakni PT Pagilaran Indonesia, PT AIM Food Indonesia, dan PT Sosro Indonesia.
"Perusahaan ternama di Indonesia kami ajak berpartisipasi pada pameran The 18th International Tea and Bonsai yang digelar pada 16-19 April 2015 di Nitra Slovakia dan menghasilkan potensi transaksi sebesar USD20.000," jelasnya.
Menurutnya, capaian transaksi tersebut diharapkan makin meroketkan ekspor teh, kopi, dan kakao ke negeri Slovakia pada 2015 sebesar USD150 ribu atau naik sebesar 30 persen, dari capaian sebelumnya pada 2014 sebesar USD116,2 ribu.
“Kami optimistis karena nilai ekspor kita untuk produk teh, kopi, dan kakao ke Slovakia pada 2013 hanya sebesar USD34.948, dan meningkat tajam sebesar 252,07 persen pada 2014 sebesar USD116,2 ribu,” tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)