Ahmad melanjutkan, di negara-negara Asia Pasifik tidak ada jenis BBM RON 88 dan RON 90. Oleh karena itu sulit menentukan harga.
"Kalau tidak ada, maka rentan dengan mafia migas. Ini masih simpang siur, harga BBM Pertalite menjadi berpengaruh," ucapnya.
Dengan adanya penghapusan secara bertahap BBM Premium RON 88 tersebut, bukan tidak mungkin ada mafia migas yang bercokol dalam pengadaan Pertalite.
“Pasalnya, penentuan harga Pertalite belum 100 persen transparan dan belum ada harga yang bisa dipantau secara internasional,” jelasnya.
(Rizkie Fauzian)