JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 melambat. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang memicu perlambatan tersebut.
"Secara garis besar, mengapa pertumbuhan melambat dari sisi produksi ada empat hal," ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di kantornya, Selasa (5/5/2015).
Menurutnya, sektor pertama yang mempengaruhi perlambatan tersebut adalah sektor pangan yang menurun akibat mundurnya periode tanam. Selain itu, produksi minyak mentah dan batu bara juga tercatat mengalami kontraksi atau turun.
"Selanjutnya, (kedua) menurunnya suplai barang impor. (Ketiga) semua golongan barang konsumsi, bahan baku, bahan modal menurun. (Keempat) kinerja konstruksi melambat terkait terlambatnya realisasi belanja infrastruktur," jelas dia.
Selain itu, ia melanjutkan, dari sisi pengeluaran ada beberapa faktor yang mempengaruhi perlambatan ekonomi tersebut, yaitu :
1. Semua komponen pengeluaran rumah tangga melambat kecuali makanan, minuman, tembakau,
2. Pengeluaran konsumsi pemerintah melambat,
3. Realisasi belanja modal pemerintah untuk infrastruktur leih rendah dibanding kuartal I-2014,
4. Impor barang modal turun terutama barang modal jenis alat angkutan dan mesin,
5. Ekspor barang terkontrasi karena turunnya harga komoditas dan melambatnya perekonomian negara mitra dagang Indonesia,
6. Melambatnya pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan turunnya rata-rata pengeluaran wisman.
(Fakhri Rezy)