Dia menjelaskan, penyerapan dari Januari sampai akhir Mei mencapai 73.000 ton jagung sebesar Rp370 miliar dan sampai bulan Juni nanti bisa tambah lagi sekira 18.000 ton jagung.
"Oleh karena itu, kami membutuhkan, gudang tambahan, sehingga penyerapan bisa lebih stabil, apalagi kita kan ekspor keluar negeri dan ke daerah-daerah," jelasnya.
Untuk ekspor, Marlo jelaskan, sudah melakukan ekspor ke Filipina,Korea,dan Jepang. Dia berharap, Pemerintah bisa membantu dan mendukung upaya Gorontalo dalam upaya ekspor jagung.
(Widi Agustian)