Menteri Susi: Pengungsi Rohingya Terkait Illegal Fishing

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis
Selasa 16 Juni 2015 15:19 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, para pengungsi Rohingya yang ada di Aceh bukan atas kemauan individual, melainkan ada kaitannya dengan tracking down (melacak) illegal fishing yang dilakukan di Indonesia.

"Rohingya ini adalah assesment (penilaian) dari saya. Munculnya Rohingya di Aceh bukan individual, tapi ada kaitannya dengan tracking down daripada illegal fishing yang kita lakukan di Indonesia," ungkapnya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Susi mempunyai keyakinan para pengungsi Rohingya tersebut merupakan pekerja yang sebelumnya telah bekerja di industri perikanan di Thailand. Namun, dikarenakan industri perikanan di sana surut, maka mereka pun dilepas secara massal ke Indonesia.

"Karena industri ini kemudian surut, maka mereka dilepas untuk dikembalikan menaikkan mereka di atas kapal-kapal secara massif dan dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat," papar dia.

Sekali lagi Susi menegaskan, pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi dirinya. Sehingga, dia pun meminta bantuan kepada pihak-pihak terkait untuk dapat membantu dalam melakukan tindak lanjut investigasi.

"Jadi, ini indikasi personal assessment (penilaian pribadi) saya saat ini, Pak. Saya juga minta beberapa pihak untuk tindak lanjuti untuk investigasi," tegasnya.

Sekadar informasi, lebih dari 600 pengungsi Bangladesh dan Rohingya asal Myanmar rombongan kedua mendarat di Pantai Langsa, bagian timur Provinsi Aceh pada Jumat 15 Mei 2015 dini hari waktu setempat. Sebelumnya, rombongan pertama terdampar di perairan Aceh Utara pada Minggu 10 Mei 2015.

Mereka terdiri dari 210 orang Rohingya asal Myanmar dan 395 orang dari Bangladesh. Kondisi kesehatan mereka buruk bahkan delapan orang di antara mereka kini berada dalam perawatan intensif.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya