Saat ini, PT. NTT Indonesia tengah membangun jaringan fiber domestik yang akan menghubungkan pusat data terbaru ini dengan pusat data penting lainnya di wilayah Jakarta serta kawasan perindustrian dan gedung perkantoran. Dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan tersebut, NTT Com akan terus mengembangkan jaringan di dalam dan luar negeri dengan jaringan yang berkapasitas tinggi, dapat diandalkan, dan low-latency; yang memberikan lebih banyak keuntungan untuk para pelanggan, termasuk dukungan terhadap pengembangan bisnis mereka.
NTT Com, yang telah menyediakan layanan pusat data di Indonesia sejak 2001, menyadari bahwa kapasitas pusat data milik mereka saat ini telah mendekati kapasitas maksimum, dimana hal ini turut mendorong keputusan akuisisi atas Cyber CSF untuk menjamin terpenuhinya kapasitas yang dibutuhkan guna memenuhi permintaan pasar yang diperkirakan terus meningkat.
Pasar TIK Indonesia diperkirakan mencapai pertumbuhan tahunan hingga 10% di tahun 2017, melebihi pertumbuhan di sebagian besar negara-negara Asia Tenggara lainnya. Pemanfaatan pusat data dari pihak ketiga di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang setelah tahun 2016, didukung oleh hukum dan regulasi terbaru serta petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia mengenai kualitas pusat data dan penggunaan layanan tersebut oleh perusahaan-perusahaan keuangan.
Menurut survei yang baru-baru ini dikeluarkan oleh IDC, sebagian besar bank di Indonesia memperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan volume data mencapai 10 hingga 20 persen setiap tahun. Hal ini juga mengindikasikan bahwa rata-rata, bank-bank di Indonesia berencana untuk meningkatkan alokasi dana untuk pusat data sebesar 5-10 persen setiap tahun.
Sebagai langkah selanjutnya, NTT Com akan terus memperluas cakupan solusi TIK global mereka sambil terus meningkatkan bisnis pusat data NexcenterTM di pasar Asia yang terus bertumbuh.
(Fakhri Rezy)