Hermanto menjelaskan, pendanaan pembangunan LRT akan menggunakan dana dari PT Adhi Karya (Persero) yang nanti akan diganti oleh pemerintah melalui DIPA Kementerian Perhubungan.
Menurut Hermanto, dengan membayar kembali dana investasi PT Adhi Karya dalam pembangunan LRT Jabodetabek juga memberikan efisiensi tarif tiket LRT sekali
"Hitungan Adhi Karya itu 37.500 sekali jalan, memberatkan masyarakat, kalau orang ke kantor kan berat, oleh karena itu evaluasi untuk mengurangi tarif peran pemerintah yaitu pembangunan sarana sehingga keluarlah konsep ini sehingga di bayar pemerintah," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)