"Untuk beberapa sektor kita ada yang krisis. Tapi yang lain masih bisa jalan," jelas dia.
Jika dibandingkan dengan pelemahan 2008 lalu, David mengaku cukup berbeda karena sebelumnya Rupiah melemah cukup dalam selama tiga bulan. Akan tetapi, pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini yang menembus level Rp14.500 disebut sudah mengkhawatirkan.
"Tapi sebenarnya sudah mengkhawatirkan. Dengan nilai tukar Rupiah kayak gini, kita hanya bisa bergantung dari seberapa besar upaya mendulang investasi," tandas dia.
Sekedar informasi, menurut data Yahoofinance, Rupiah sempat menyentuh level tertinggi di Rp14.542,5 per USD. Ini merupakan level tertinggi dalam 52 minggu atau setahun terakhir.
(Fakhri Rezy)