Perbedaan Ekonomi Malaysia dengan Indonesia

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Kamis 17 September 2015 11:08 WIB
Ilustrasi Malaysia. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah masih terus mengalami tekanan karena superiornya dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, saat ini stok dolar AS hanya disuplai oleh Bank Indonesia (BI).

Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan stok dolar AS hanya disuplai oleh BI. Namun, saat ini pemasukan dolar AS Indonesia masih minim. Menurutnya, kondisi Indonesia berbeda dari Filipina, yang mendapatkan devisa paling besar dari pariwisata dan tenaga kerja.

"Kita seperti Malaysia, karena karakter ekspor kita komoditas, tapi boom komoditas sudah selesai. Jadi itu kenapa Rupiah tidak dapat bangkit," kata dia iBCM, Kamis (17/9/2015).

Namun berbeda dengan Malaysia yang selalu melalukan intervensi dalam kebijakan pasar komoditasnya, Indonesia lebih menganut pasar liberal. Oleh karena itu, kondisi Indonesia menjadi lebih tidak stabil ketimbang Malaysia.

"Kita lebih terbuka dari Malaysia, dia semi kontrol, jadi mereka tidak terpengaruh dengan kondisi dalam negeri," tutur Edwin.

Oleh karenanya, dia memperkirakan Rupiah akan semakin tertekan, lantaran komoditas yang sempat menyangga ekonomi Indonesia pada 2008 tidak terjadi tahun ini. "Minggu ini Rupiah bisa Rp14.500 per USD," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya