Pasalnya, saat ini semua merek mobil yang berinvestasi di Indonesia cenderung memproduksi mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV). Sementara permintaan pasar di dunia adalah mobil jenis sedan dan Sport Utility Vehicle (SUV).
"Industri otomotif kita masih jago kandang," katanya Ketua I Gaikindo Yongki Sugiarto di iBCM, Selas (6/10/2015).
Yongki mengatakan, pabrik mobil di Indonesia tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang lebih cenderung ke mobil jenis sedan dan SUV.
"Pasar di Indonesia lebih besar mobil-mobil MPV, jadi gimana mau ekspor kalau enggak di produksi di dalam negeri?" jelas Yongki.
Padahal, menurut perhitungannya, dengan kapasitas produksi 1,9 juta per tahun, Indonesia memiliki peluang untuk mengekspor sekira 700 ribu kendaraan.
"Kita belum pernah hebat dalam ekspor, karena kami produksi MPV, jadi kalau kita produksi hanya yang diminati di dalam negeri bagaimana kita mau bisa ekspor, kita harus buka pasar mobil Sedan dan SUV dulu di dalam negeri," imbuhnya.
(Rizkie Fauzian)