Yuk, Investasi Saham!

, Jurnalis
Jum'at 20 November 2015 17:10 WIB
Ilustrasi pasar saham. (Foto: Antara)
Share :

Selepas pulang kerja, Riri, Tiwi dan Shinta, memilih untuk hangout di salah satu restoran cepat saji. Kopi hangat dan cake, menemani obrolan mereka sore itu yang sedikit mendung. Mereka saling berbagi cerita mulai dari pekerjaan kantor, karier, hobi travelling, dampak kenaikan BBM, hingga investasi.

Riri dan Shinta yang kebetulan baru saja menerima bonus dari perusahaan tempat mereka bekerja lagi bingung kira-kira akan diapakan bonus yang mereka terima tersebut. Itulah sebabnya, mereka begitu antusias ketika Tiwi yang sudah hampir dua tahun menginvestasikan sebagian pendapatannya dalam bentuk saham. Saham, kata Tiwi, merupakan surat berharga sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan dalam sebuah perusahaan terbuka yang tercatat di bursa efek.

Dengan membeli satu lot saham (satu lot berisi 100 lembar saham) dari suatu perusahaan terbuka, investor bisa langsung menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut, dan memiliki hak yang sama dengan pemilik saham publik lain. “Keuntungan berinvestasi saham dapat memperoleh capital gain, yakni keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham, serta dividen yakni pembagian hasil laba dari perusahaan publik yang dibagikan kepada pemilik saham,” jelas Tiwi.

Dari segi legalitas dan sistem, investasi saham tergolong aman, lebih terjangkau, dan memberikan hasil yang baik sehingga digemari investor asing. Namun, sungguh disayangkan jika hasil investasi negeri kita didominasi investor asing.

Investasi saham belum populer. Penyebab investasi saham tidak sepopuler investasi lain seperti; emas, properti, atau valas, karena edukasi mengenai saham saat ini masih sangat minim. Saham belum menjadi instrumen investasi favorit, karena banyak orang yang belum memahaminya.

Untuk investasi saham, kita harus punya literacy financial yang cukup, karena investasi saham berbeda dengan deposito yang dananya dijamin LPS. Keputusan investasi saham ada di tangan kita sebagai investor. Untuk itu, investor perlu membekali dirinya dengan informasi berita yang transparan, mempelajari laporan keuangan dari setiap perusahaan public (analisa fundamental), ataupun analisa teknikal yang juga penting.

Memang, tidak sedikit yang masih gentar dalam berinvestasi saham karena sejumlah stigma yang masih melekat pada jenis investasi tersebut. Misalnya saja, investasi saham itu rumit, eksklusif, dan hanya untuk orang kaya. Padahal, hal tersebut merupakan pemikiran yang salah, karena untuk kita yang ingin memulai sebagai investor cukup dengan modal yang sangat terjangkau, misalnya, mahasiswa dapat memulai pembukaan rekening efeknya dengan modal awal Rp500 ribu saja, dan dengan deposit awal tersebut, investor sudah bisa melakukan pembelian saham yang disesuaikan dengan dana yang dikelola.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya