Pemilik Summarecon, Kembali Didaulat Masuk Jajaran 50 Miliarder RI

Widi Agustian, Jurnalis
Senin 21 Desember 2015 08:08 WIB
(Foto: Forbes)
Share :

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, pendapatan bersih Summarecon naik 15,5 persen menjadi Rp4,5 triliun. Di mana penyumbang terbesar pendapatan perusahaan berasal dari segmen properti sebesar Rp3,3 triliun. Segmen properti investasi menyumbang pendapatan Rp904,43 miliar sementara segmen rekreasi dan perhotelan menyumbang pendapatan Rp147,63 miliar.

Di segmen properti, pendapatan paling besar berasal dari penjualan apartemen dan rumah yang masing-masing menyumbang Rp1,18 triliun dan Rp1,17 triliun. Sedangkan penjualan bangunan komersial menyumbang pendapatan Rp947,9 miliar.

Dari segmen properti investasi, pendapatan dari mal dan ritel menyumbang Rp859,35 miliar. Sedangkan pendapatan dari properti perkantoran dan properti komersial masing-masing menyumbang pendapatan Rp17,09 miliar dan Rp21,03 miliar.

Hingga akhir September lalu, beban pokok penjualan Summarecon naik 1367 persen menjadi Rp2,17 triliun. Alhasil, laba kotor masih bisa tumbuh 17,17 persen menjadi Rp2,32 triliun. Sedangkan laba usaha naik 15,6 persen menjadi Rp1,26 triliun.

Walau begitu, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih 7,4 persen menjadi Rp807,29 miliar. Laba bersih SMRA turun disebabkan biaya keuangan yang membengkan. Per akhir September lalu, biaya keuangan Summarecon melonjak 76,25 persen menjadi Rp340,37 miliar.

(Widi Agustian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya