JAKARTA – Hong Kong memiliki masalah dengan jumlah populasinya warganya. Sebanyak 7,2 juta penduduknya hidup terlantar dan tidak memiliki rumah layak huni.
Meski pemerintah melihat ini sebagai masalah yang besar dan sangat serius, namun bagi makelar rumah, angka tersebut dilihatnya sebagai pundi-pundi uang.
Pasalnya, dengan permintaan rumah yang terus tinggi, makelar rumah justru menetapkan harga sewa tinggi bagi suatu tempat tinggal kecil.
Dilansir dari laman Business Insider, Kamis (31/12/2015), harga sewa tinggi mencapai hingga 90 dolar Hong Kong, atau setara USD11,60 atau Rp160.196 (mengacu kurs Rp13.810 per USD) per kaki persegi, setara Rp1,72 juta per meter persegi (1 meter persegi setara 10,7 kaki persegi).
Dengan harga sewa apartemen yang mahal, banyak masyarakat yang tinggal ditempat yang dikatakan tidak layak huni. Bahkan, meski dikatakan tidak layak, harga yang dipatok tetap terbilang tinggi.
(Rizkie Fauzian)