JAKARTA - PT Bank Artos Indonesia menetapkan harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) Rp132 per saham. Dengan begitu, perusahaan ini bisa mengantongi dana IPO sebesar Rp31,84 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, pekan lalu.
Disebutkan, Bank Artos akan melepas sebanyak-banyaknya 241,25 juta saham baru atau sekitar 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal per saham Rp100. Penetapan harga IPO berada di batas tengah target awal Bank Artos. Sebelumnya, bank yang berpusat di Bandung ini menargetkan harga IPO di rentang Rp120 - Rp150 per saham.
Masa penawaran saham IPO akan dilakukan pada 4-6 Januari 2016 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 12 Januari. PT Erdikha Elit Sekuritas dan PT Binaarta Parama bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO. Rencananya, Bank Artos akan menggunakan Rp4,5 miliar dana IPO untuk pengembangan teknologi sistem informasi. Bank Artos akan menggunakan sisa dana IPO untuk modal penyaluran kredit.
Per Juni 2015, Bank Artos memiliki aset Rp730,21 miliar dengan ekuitas Rp105,28 miliar. Dana pihak ketiga Bank Artos Rp562,46 miliar dengan rasio kredit terhadap simpanan alias loan to deposit ratio 87,36 persen. Bank Artos mengantongi pendapatan bunga bersih Rp18,33 miliar pada periode yang sama, dengan laba bersih Rp552 juta.
Selain Bank Artos, tiga calon emiten baru akan segera melantai di bursa saham tahun 2016. Ketiga calon emiten ini adalah PT Mahaka Radio Integra, PT Graha Andrasentra Propertindo dan PT Mitra Pemuda. BEI menargetkan jumlah perusahaan yang akan melaksanakan penawaran umum perdana saham 35 emiten pada tahun ini. Di 2015, jumlah emiten yang melantai di bursa hanya 18 perusahaan.
(Martin Bagya Kertiyasa)