JAKARTA - Target Program Nasional Agraria (Prona) 2015 sebanyak 750 ribu telah tercapai, oleh sebab itu Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) menaikkan target pada 2016 menjadi sebanyak 1,060 juta.
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan menuturkan, sekira 50 persen dari target Prona 2016 akan difokuskan untuk dialokasikan kepada sektor pertanian di seluruh Indonesia.
"Nah, setelah 1 juta lebih, kita fokus pada 50 persen untuk pertanian seluruh Indonesia. Kalau itu bisa terpenuhi, kita bisa lakukan ini," ucapnya di Jakarta, Rabu malam.
Terlebih lagi, lanjut Ferry, program ini dijalankan lantaran adanya program khusus dalam rangka mendorong ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, program Prona ini sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan proses sertifikasi secara mandiri.
Selain itu, guna memuluskan jalannya program ini, pihaknya juga akan bekerja sama dengan beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).
"Kita bekerja sama dengan bank BUMN dan BPD beberapa sertifikasi mandiri. Kita siapkan tenaga hukumnya. Ada perjanjian awalnya, tapi ini di luar Prona," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)