Menurutnya, Inpex sampai saat ini telah mengeluarkan hingga USD 1,5 miliar untuk biaya eksplorasi di blok Masela selama 15 tahun. Mereka akhirnya menemukan cadangan gas yang diperkirakan di atas 10 TCF. “Karena itu dia mempunyai hak untuk memanfaatkan penemuannya. Ingat, kalau Inpex sudah mengeluarkan USD1,5 milyar dan tidak dapat apa-apa, dia pasti akan hengkang dari blok itu, dan tidak akan ada bicara apa lagi,” katanya.
John menegaskan, ada pengertian yang tersirat di kontrak PSC bahwa hak untuk pengembangan cadangan migas yang ditemukan oleh investor berada di pihak investor karena dialah yang telah mengambil risiko dengan mengeluarkan dana pencarian (eksplorasi) dalam jumlah besar. Sebagai pihak yang mendanai pembangunan proyek pengembangan penemuan itu, investor yang akan mendapat bagian sekitar 30 persen dari penerimaan (setelah semua biaya) selama produksi berlangsung, menganggap proyek itu sudah ekonomis. Tentunya Pemerintah yang mendapat 70 persen tidak akan keberatan karena secara ukuran ekonomi sudah menguntungkan, menurutnya.
Ia juga menambahkan, ada juga ketentuan bahwa Pemerintah akan terlibat dalam keputusan tentang bagaimana proyek pengembangan penemuan cadangan migas itu akan dilaksanakan. Dan adalah tugas SKK Migas untuk meneliti POD apakah sudah memenuhi syarat dan standar teknis yang umum berlaku dan meyakinkan besaran pembiayaan yang wajar dan hak Pemerintah tidak dibebani dengan biaya biaya lain, katanya.
Karena pertimbangan di atas, ujar John, Inpex mengharapkan agar Pemerintah segera memberikanpersetujuan pelaksanaan proyek pengembangan penemuan cadangan gas di blok Masela itu dengan skema FLNG.
“Kita tetap harus menghargai para investor (asing) yang sukses karena telah menemukan cadangan migas dalam rangka pelaksanaan kontrak kerjasama dengan Pemerintah dan yang telah mengeluarkan danainvestasi besar dan akan berkontribusi kepada penerimaan devisa. Kita wajib memberikan mereka kesempatan untuk menikmati hasil penemuan dariupaya pencarian mereka sampai ke titik di mana tidak menguntungkan lagi (non komersial), bukan mengambil alih cadangan sisa, karena kontrak sudah berakhir,” tambahnya.
(Widi Agustian)