Dulu kamu bisa konsisten menabung dan mengerti jika harga mainannya memang mahal, maka pengorbanan yang dibutuhkan lebih besar. Pada akhirnya kamu akan menyadari bahwa ketika kamu tidak mampu membeli sesuatu, hidup kamu tetap akan baik-baik saja. Tapi saat dewasa, tidak bisa membeli sepatu diskon yang dipajang di etalase membuat pikiranmu terbebani sepanjang hari.
Saat kecil kamu terbiasa menghitung pengeluaran setiap hari
Dengan uang jajan Rp 1000 perhari, kamu sudah tahu kalau membeli burger di McDonald adalah hal yang tidak mungkin. Hal ini juga semestinya berlaku saat kamu dewasa. Dengan anggaran hura-hura sebesar Rp 200.000 perbulan, tentu tepat kalau kamu menonton film di bioskop setiap akhir pekan.
(Baca juga: 7 Hal yang Sering Bikin Rencana Finansial Kamu Gagal Total di Usia 20-an)
Selain itu dengan Rp 1000 tadi kamu sudah tahu untuk dipakai jajan apa saja. Misalnya harga chiki Rp 300, es teh Rp 100, kue Rp 200, dan sisanya masuk ke celengan. Kamu tahu ke mana uang kamu pergi dan untuk apa. Ini jelas lebih baik daripada kebanyakan orang dewasa yang tidak tahu ke mana gajinya lari saat tengah bulan sudah kehabisan uang.