JAKARTA - Perdagangan saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) diberhentikan sementara lantaran adanya pergerakan saham yang tidak wajar. Ditambah lagi PT Bursa Efek Indonesia juga mempertanyakan terkait kejanggalan laporan keuangan perseroan yang di periode Juni dan September 2015.
Menurut Direktur Utama SIAP yang baru Christian Victor Ponto, hal itu merupakan tanggung jawab Direktur SIAP yang telah mengundurkan diri sejak November 2015 lalu. Bahkan dia menyebut mereka tidak bertanggung jawab akan hal itu.
"Kita lihat selisihnya di mana, itu bagian dari equity recharge (tanggung jawab) dari direksi yang lama. Kenapa terjadi perbedaan itu, jangan pergi saja (direksi lama), sudah keluar pergi saja, itu enak banget, punya tanggung jawab seharusnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/1/2016).
Meskipun kini Christian sebagai Bos Baru SIAP yang sah, dirinya tetap akan meminta pertanggung jawaban direksi yang lama. Pasalnya BEI hingga kini masih menanyakan perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dalam laporan keuangan perseroan.
"Equity recharge artinya tidak memberikan bebas tanggungjawab, pembebasan tanggung jawab tidak memberikan equity recharge. Otomatis laporan keuangan kalau di breakdown, operasi kan ujung-ujungnya keuangan operasional semuanya," imbuhnya.
Meskipun begitu, Christian mengaku tetap akan melakukan upaya untuk memenuhi persyaratan BEI terkait perubahan PSAK dalam laporan keuangan perseroan yang berbeda tersebut. Pasalnya hal itu merupakan salah satu persyaratan sebelum dicabutnya suspensi tersebut.
"Saya baru baca dan belum lihat. Katanya sih ada selisih pemakaian PSAK saja, tapi tepatnya apa, di mana, dan kenapa, itu yang saya dan kami tunggu dari pertama auditable, karena itu belum audited laporan keuangan," tandasnya.
Seperti diketahui, manajamen SIAP disinyalir menyampaikan laporan keuangan Juni 2015 dengan menggunakan PSAK 2013. Tercatat total aset SIAP sekira Rp4,9 triliun. Nilai tersebut dicantumkan berdasarkan hasil akuisisi dari anak RITS Venture Limited sebesar Rp4,7 triliun.
Sementara pada laporan keuangan September 2015, manajemen SIAP tidak memberikan informasi tersebut dan menggunakan PSAK 2009. Sehingga total aset berubah turun menjadi Rp307 miliar.
Kemudian pada November 2015 silam tiga direksi SIAP menyatakan mengundurkan diri dari posisinya . Ketiga direksi SIAP yang menyatakan mundur yakin Direktur Utama SIAP M Suluhuddin Noor, Direktur Keuangan Jeffrey Messakh, dan Direktur HRGA Agustanzil Sjachroezah.
(Fakhri Rezy)