PALEMBANG– Kinerja Bank Sumsel Babel (BSB) dinilai semakin membaik. Dengan pertumbuhan laba hingga 18,33 persen pada 2015 menjadikan salah satu BUMD pemerintah daerah di Sumsel dan Babel itu tergolong perbankan yang sehat.
Oleh karena itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2015 yang digelar kemarin, BSB di dorong segera melantai di bursa saham. Direktur Utama BSB M Adil mengatakan, dari penilaian lembaga Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bank Sumsel Babel sangat potensial untuk dikembangkan menjadi perusahaan Go Public.
Hal ini di lihat dari per tumbuhan indikator penyehatan perbankan yang terus bergerak positif dibandingkan perbankan lainnya. “BEI menilai BSB bersama Bank DKI makin berkembang. Selama tahun 2015, BSB dinilai lebih sehat, baik dari pertumbuhan laba yang melebihi target,” ungkapnya usai RUPS, kemarin.
Adil mengatakan, pertumbuhan laba yang cukup tinggi berdampak pada kemampuan BSB untuk bertahan saat ekonomi mengalami perlambatan pada tahun lalu. Laba BSB tahun 2015 yang tumbuh mencapai 18,33 persen atau mencapai di angka Rp413 miliar menjadi pencapaian perbankan yang tumbuh.
“Salah satu indikator bank yang sehat yakni pertumbuhan laba. Meski aset banyak tapi laba tidak besar, maka belum bisa juga dikategorikan sehat. Laba BSB cukup tinggi dibandingkan tahun lalu. Jumlah laba yang diperoleh lebih besar dari target laba kotor yang hanya Rp412 miliar,” ujarnya.
Persiapan Go Public, kata Aidil, di putuskan dalam rapat pemegang saham kemarin. Bahkan, rencana Go Public masuk dalam program kerja tahun ini. Per siapan untuk Go Public diperkirakan hanya akan memakan waktu selama tiga bulan. “Jika tidak ada halang merintang bisa segera menuju Go Public. Persiapan menuju itu sudah masuk dalam rencana kerja dan membentuk tim IPO,” terangnya.
Selain pertumbuhan laba, Adil juga menyampaikan indikator lainnya yakni pertumbuhan aset hingga peningkatan nilai kredit pada tahun lalu. Pertumbuhan nilai kredit menyumbang pendapatan BSB meski baru di pertengahan tahun silam. “Laba tumbuh akibat kredit yang meningkat. Dari Rp10,8 triliun menjadi Rp11,5 triliun. Sementara nilai aset meningkat dari Rp16,1 triliun menjadi Rp16,7 triliun,” terang Adil.
Ia juga menyatakan keyakinan pertumbuhan BSB dinilai dari penyertaan modal yang juga meningkat. Dalam rapat kemarin, Provinsi Bangka Belitung memastikan meningkatkan nilai penyertaan modal pada tahun ini. “Apalagi tahun ini, penyertaan modal makin ditambah. Hal ini makin mengukuhkan niat BSB untuk Go Public. Mudah-mudahan tahapannya bisa lebih cepat,” katanya.
Dalam RUPS tersebut juga diputuskan mengenai beberapa hal. Termasuk di antaranya perombakan manajemen. Pergantian terjadi pada Direktur Pemasaran yang untuk sementara akan di rangkap oleh Direktur Utama. Sementara itu, Gubernur Babel, Rustam Effendi memas tikan jika Provinsi Babel sudah menyiapkan tambahan pada penyertaan modal 2016. Penyertaan modal mengalami peningkatan hingga Rp5 miliar. Hal itu sebagai bentuk kepercayaan pada kinerja dan performa BSB selama ini.
“Tahun lalu penyertaan modal sekitar Rp40 miliar, dan tahun ini kembali menyertakan modal hingga Rp45 miliar. Saya juga yakin pertumbuhan Bank Sumsel Babel makin membaik,” ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)