JAKARTA - Industri pertambangan saat ini tengah mengalami tekanan akibat gejolak harga komoditas dunia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), harga komoditas sepanjang 2015 anjlok hingga 40 persen.
Ketua Working Group Kebijakan Publik Perhapi Budi Santoso mengungkapkan, terdapat lima faktor yang juga menyebabkan industri tambang dalam negeri dapat tumbuh. Kelima faktor ini berasal dari internal pemerintah Indonesia.
"Pertama, semua industri di dunia ada namanya incubation period. Ini harus disadari oleh pemerintah. Industri baru mau tumbuh, ujung-ujungnya harus sudah menerapkan standar ini itu. Matilah dia," jelas Budi dalam acara Indonesia Mining Forum di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (24/2/2016).
Kedua, pemerintah saat ini memberikan beban fiskal dan tarif yang cukup tinggi bagi pengusaha. Para pengusaha pertambangan pun mengalami hambatan untuk dapat berkembang, terutama perusahaan yang baru akan mengembangkan usaha di sektor migas.
"Selama ini, pengusaha nasional belum apa-apa sudah kena BM, fiskal, tarif dan sebagainya sudah dibebankan sehingga barang kita enggak bisa lebih murah," jelasnya.