Pasar Tradisional Masih Abaikan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar

Danang Sugianto, Jurnalis
Kamis 25 Februari 2016 10:16 WIB
Ilustrasi pasar. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kebijakan kantong plastik berbayar sudah resmi diterapkan sejak 21 Februari lalu. Namun, penerapan kebijakan tersebut baru berlaku di toko ritel modern belum menambah pasar tradisional. Pada penggunaan kantong plastik di pasar tradisional juga cukup besar.

Seperti pemantauan Okezone di Pasar Impres Pondok Bambu, Jakarta Timur, belum ditemukan adanya transaksi jual beli plastik. Hampir seluruh toko masih memberikan kantong plastik secara cuma-cuma.

"Masih gratis, belum ada sosialisasi apa-apa, jadi belum saya jual," kata salah satu pedagang sayuran Jodi, di Pasar Impres Pondok Bambu, Jakarta Timur (25/2/2016).

Jodi mengaku per harinya dia bisa menghabiskan kantong plastik cukup banyak. Pasalnya, meskipun pembelian sayur mayur dengan jumlah sedikit tetap diberikan kantong plastik. Selain itu, dia juga memberikan plastik dua lapis untuk setiap pembelian ayam, daging maupun ikan. "Biar bersih dilapisi, takut jebol juga," imbuhnya.

Sebenarnya seluruh perdagangan di pasar tradisional ini sudah mengetahui terkait kebijakan pemerintah untuk menerapkan plastik berbayar. Namun karena belum ada himbauan langsung mereka masih enggan menerapkannya.

"Ya saya tahu ada kebijakan itu. Tapi itu kan di mini market sama super market. Di sini belum ada sosialisasi, jadi saya pikir belum wajib," kata pemilik toko buah Rini.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya