Albert menjelaskan, Citilink merencanakan untuk mendatangkan delapan pesawat baru guna melengkapi armadanya yang akan berjumlah 44 pesawat pada akhir 2016. Kedetangan pesawat ini Iangsung dipergunakan untuk membuka rute-rute baru, seperti tiga rute baru di awal tahun ini.
“Citilink akan membuka tiga rute baru, yaitu Jakarta-Medan-Banda Aceh, Medan-Pekanbaru dan Pekanbaru-Bandung. Di samping itu juga akan meningkatkan frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah ada, dan penerbangan ke kawasan timur Indonesia,” katanya.
Khusus mengenai pembukaan rute baru ke Aceh, kata Albert, Citilink menganggap sebagai momen yang penting dan strategis, karena kehadiran maskapai nasional di bagian ujung wilayah Indonesia akan memperkokoh peran Citilink dalam merajut konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sebagai pintu masuk utama dari barat Indonesia, Aceh berada pada posisi yang sangat strategis dan penting. Sumber daya alamnya yang melimpah, posisinya sebagai poros maritim dunia, serta kekayaan wisata laut hingga sejarahnya yang khusus sebagai Serambi Mekkah, merupakan dasar yang cukup bagi Citilink untuk hadir dan ikut membangun Aceh," kata Albert.
Lanjut Albert mengatakan, kehadiran Citilink dapat mendorong terciptanya program pembangunan yang terpadu dan saling terkoneksi dengan daerah lainnya di Indonesia, sehingga dapat mengakselerasi atau mempercepat upaya untuk menyejahterakan rakyat Aceh. Citilink ingin agar keistimewaan yang dimiliki Aceh tidak sebatas Keppres, tapi bisa menjadi simbol kejayaan bangsa Indonesia.
(Fakhri Rezy)