SOLO - Berbekal dengan kesukaan terhadap moda transportasi bus, sekumpulan anak muda di Solo, Jawa Tengah membuat miniatur bus. Tidak disangka dengan kegemaran yang sejak dua tahun lalu dilakukan justru mendatangkan Rupiah yang cukup besar.
Di salah satu sudut kota Solo, di sebuah bengkel sekumpulan anak muda yang berjumlah 5 orang tersebut berkumpul membuat miniatur bus. Tentunya tak mudah membuat miniatur bus ini, dibutuhkan banyak referensi untuk mewujudkan ide unik ini.
Dilakukan secara bersama mereka membuat miatur bus dengan bagian dasar triplek. Menariknya miniatur ini dilengkapi dengan aksesoris layaknya bus sesungguhnya, yakni lampu, klakson, tape (fasilitas full musik) dan mesin.
Miniatur bis ini dibuat dengan bahan sederhana seperti triplek, pastik mika, dempul lem, cat, gergaji, lampu led. Cara membuatnya pun mudah, pola bus dibentuk sesuai keinginan. Setelah bagian badan bus terbentuk kemudian direkatkan dengan lem. Selanjutnya tahap dempul, tahap ini memerlukan waktu cukup lama karena membentuk detail bus.
Sementara lainnya menyelesaikan bagian interior, seperti kursi, kelengkapan bus termasuk mesin dan fasilitas musik. Setelah semua siap, kemudian kerangka dirangkai dan dilakukan proses akhir yaitu pengecetan dan menempel stiker.
Untuk satu unit miniatur bus dipatok harga dari yang sederhana yaitu Rp1 juta hingga Rp2,5 juta tergantung pesanan dan kerumitan.
Salah satu pembuat miniatur bus, Bagas menyatakan meski hanya lulusan SMP namun hobinya tersebut dapat mendatangkan omzet jutaan rupiah.
“Awalnya hobi para pecinta bus tapi hobi ini justru mendatangkan rupiah. Membuat miniatur bis ini juga bisa dikerjakan siapa saja tidak harus berpendidikan tinggi,” ujar Bagas.
Komunitas ini pun semakin dikenal dengan banyaknya pesanan dari berbagai daerah seperti Jogja, Solo, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang dan kota besar lainnya.
Lima anggota ini bisa menyelesaikan tiga miniatur bus dalam sebulan. Sulitnya interior yang harus mirip dengan aslinya membuat mereka memberi perhatian pada desain ini. Bagas pun berharap ide kreatifnya ini menginspirasi kaum muda lainnya.
(Fakhri Rezy)