JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi nilai ekspor tahun 2016 akan mengalami kontraksi atau turun 5 persen dari capaian tahun 2015 yang sebesar USD142 miliar. Prediksi ini sejalan dengan belum stabilnya kondisi ekonomi global.
"Ekonomi global belum terlalu baik sehingga ekspor 2016 terjadi kontraksi 0 sampai 5 persen," papar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak di Kantor Kemendag, Selasa (12/4/2016). [Baca juga: Ekspor Turun 14%, Kemendag Salahkan Harga Komoditas]
Dia menyebut 60 persen produk ekspor Indonesia terdiri dari 10 komoditas utama. Antara lain, CPO, Tekstil, Karet, Produk hutan seperti Furnitur hingga makanan olahan.