"Yang dominan pada 10 komoditi utama kita, CPO, TPT (tekstil), karet, produk forest (kehutanan) seperti furnitur, perhiasan dan sebagainya, ekspor kita, 60 persen dari 10 komoditi itu," sebutnya.
Sejatinya, Nus menerangkan tidak ada penurunan volume ekspor. Yang terjadi adalah turunnyaa harga komoditas menyebabkan kontraksi pada nilai ekspor.
"Produk primer itu rubber (karet) mengalami penurunan cukup tajam kemudian harga komoditi yang lain misal batubara, komoditi perkebunan itu penurunan cukup tajam karena harga minyak dunia turun sehingga penurunan kalau volume tidak terjadi cukup tajam tetapi karena nilai komoditas primer berdampak pada nilai ekspor," cetusnya.
(Fakhri Rezy)