Gedung Parlemen Ini Bukti Kediktatoran Pemimpin Rusia

Rizkie Fauzian, Jurnalis
Minggu 17 April 2016 00:08 WIB
Foto: Amusing Planet
Share :

JAKARTA - Di pusat kota Rumania dengan ibu kota Bucharest berdiri sebuah Gedung Parlemen yang pembangunannya dinilai paling mahal dan boros yang dilakukan pada abad tersebut. Bangunan tersebut dianggap sebagai salah satu pengembangan kota yang paling ambisius pada era Megalomaniak Rumania, yakni Nicolae Ceausescu.

Seperti dilansir Amusing Planet, Minggu (17/4/2016), pembangunan gedung tersebut dinilai sangat memalukan karena biaya yang dikeluarkan merupakan uang rakyat. Selain itu, untuk membangun gedung tersebut, pemerintah pada saat itu harus meratakan seperlima pusat sejarah Bucharest.

Selain itu, pembangunan gedung tersebut menggunakan sepertiga anggaran Rumania untuk lima tahun. Meski banyak kritikan, namun gedung parlemen tersebut menjadi daya tarik para wisatawan di Bucharest.

Pemerintah Rumania mengklaim bahwa gedung tersebut merupakan gedung administrasi terbesar setelah Pentagon di Amerika Serikat (AS). Dengan anggaran USD4 miliar atau sekira Rp52,73 triliun (kurs Rp13.182,5 per USD), gedung ini juga menjadi yang paling mahal di dunia. Biaya untuk pemanas dan listrik mencapai USD6 juta per tahun.

Awal pembuatan gedung, yang awalnya disebut "The People's House" tersebut, saat sang pemimpin yang disebut diktator tersebut berkunjung ke Korea Utara bertemu dengan Kim II-sung pada 1972. Terkesan dengan rekan sesama diktatornya yang telah membangun Pyongyang, Ceausescu mulai membuat rencana untuk membuat istana yang paling mewah di dunia yang akan menampung semua fungsi negara sosialis, selain

Setelah bencana gempa bumi pada 1977 meratakan Bucharest, Ceausescu merebut kesempatan dan memutuskan untuk benar-benar membangun kembali kota dengan visinya sendiri.

Untuk menjalankan rencana besarnya, Ceausescu membongkar sebagian tempat bersejarah Bucharest termasuk lebih dari dua lusin gereja, sinagoga dan kuil-kuil, banyak pabrik dan rumah sakit, dan ratusan rumah.

Sekira 40.000 orang secara paksa direlokasi. Seperlima dari pusat Bucharest telah rata dengan tanah termasuk bukit. Konstruksi dimulai pada tahun 1984. Sebanyak 20.000 hingga 100.000 pekerja bekerja keras selama 24 jam, tujuh hari seminggu.

Untuk membiayai proyek ini, Ceausescu mengambil utang luar negeri yang sangat besar yang ia dibayar dengan mengekspor semua produksi pertanian dan industri di negara itu sementara orang Rumania kelaparan, bahkan 3.000 orang dilaporkan telah tewas.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya