JAKARTA - Pada 2015 lalu, pemerintah Indonesia harus menghadapi persoalan rendahnya harga komoditas global dan perlambatan ekonomi China. Keadaan ini pun berdampak pada rendahnya pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang hanya mencapai 4,79 persen.
Pelemahan ekonomi ini bahkan juga berdampak pada menurunnya tingkat konsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), total pengeluaran dari 20 persen masyarakat dengan penghasilan tertinggi di Indonesia sepanjang Maret-September 2015 mengalami penurunan dari 48,25 persen menjadi 47,85 persen.
Menariknya, meskipun total pengeluaran masyarakat berpenghasilan tinggi menurun, BPS mencatat total pengeluaran masyarakat berpenghasilan menengah dan masyarakat miskin justru mengalami peningkatan.
[Baca juga: Freeport Picu Tingginya Perbedaan Kaya-Miskin di Papua]
Pada masyarakat dengan golongan 40 persen jumlah penduduk terendah, distribusi pengeluaran penduduk per kapita tercatat mengalami kenaikan dari 17,10 persen pada Maret 2015 menjadi 17,45 persen pada September 2015. Sedangkan untuk 40 persen masyarakat kelas menengah, tercatat kenaikan dari 34,65 persen pada Maret 2015 menjadi 34,70 persen pada September 2015.