Menurut Kepala BPS Suryamin, berhasilnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk meningkatkan nilai konsumsi adalah karena meningkatnya nilai tukar petani (NTP) sebesar 0,79 persen pada Maret-September 2015. Peningkatan NTP ini disebabkan oleh kenaikan harga beras yang diakibatkan oleh musim kemarau panjang.
"Ini terlepas dari riilnya menurun karena inflasi, karena untuk menghitung distribusi pendapatan dihitung dari besaran yang diterima oleh penduduk tersebut," kata Suryamin di kantornya, Senin (18/4/2016).
[Baca juga: Persempit Gap Kaya-Miskin, Pemerintah Harus Benahi Sektor Riil]
Selain itu, lanjut Suryamin, hal ini juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang memulai membaik pada kuartal III-2015. Perbaikan ekonomi ini pun dan agar dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2015 dibanding kuartal I-2015 naik 7,12 persen. Ini juga berdampak pada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah," tukasnya.
(Raisa Adila)