Ekonomi Melambat, Konsumsi Masyarakat Miskin Malah Meningkat

Dedy Afrianto, Jurnalis
Senin 18 April 2016 14:51 WIB
Ilustrasi : Okezone
Share :

JAKARTA - Pada 2015 lalu, pemerintah Indonesia harus menghadapi persoalan rendahnya harga komoditas global dan perlambatan ekonomi China. Keadaan ini pun berdampak pada rendahnya pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang hanya mencapai 4,79 persen.

Pelemahan ekonomi ini bahkan juga berdampak pada menurunnya tingkat konsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), total pengeluaran dari 20 persen masyarakat dengan penghasilan tertinggi di Indonesia sepanjang Maret-September 2015 mengalami penurunan dari 48,25 persen menjadi 47,85 persen.

Menariknya, meskipun total pengeluaran masyarakat berpenghasilan tinggi menurun, BPS mencatat total pengeluaran masyarakat berpenghasilan menengah dan masyarakat miskin justru mengalami peningkatan.

[Baca juga: Freeport Picu Tingginya Perbedaan Kaya-Miskin di Papua]

Pada masyarakat dengan golongan 40 persen jumlah penduduk terendah, distribusi pengeluaran penduduk per kapita tercatat mengalami kenaikan dari 17,10 persen pada Maret 2015 menjadi 17,45 persen pada September 2015. Sedangkan untuk 40 persen masyarakat kelas menengah, tercatat kenaikan dari 34,65 persen pada Maret 2015 menjadi 34,70 persen pada September 2015.

Menurut Kepala BPS Suryamin, berhasilnya masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk meningkatkan nilai konsumsi adalah karena meningkatnya nilai tukar petani (NTP) sebesar 0,79 persen pada Maret-September 2015. Peningkatan NTP ini disebabkan oleh kenaikan harga beras yang diakibatkan oleh musim kemarau panjang.

"Ini terlepas dari riilnya menurun karena inflasi, karena untuk menghitung distribusi pendapatan dihitung dari besaran yang diterima oleh penduduk tersebut," kata Suryamin di kantornya, Senin (18/4/2016).

[Baca juga: Persempit Gap Kaya-Miskin, Pemerintah Harus Benahi Sektor Riil]

Selain itu, lanjut Suryamin, hal ini juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang memulai membaik pada kuartal III-2015. Perbaikan ekonomi ini pun dan agar dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2015 dibanding kuartal I-2015 naik 7,12 persen. Ini juga berdampak pada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah," tukasnya.

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya