Infrastruktur, Kunci Kurangi Gap Kaya-Miskin

Dedy Afrianto, Jurnalis
Senin 18 April 2016 15:19 WIB
Ilustrasi : Okezone
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, gini ratio pada pedesaan di Indonesia saat ini stagnan pada level 0,33. Meskipun lebih rendah dibandingkan perkotaan yang mencapai 0,42, namun pengeluaran masyarakat di pedesaan masih tergolong rendah.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Muhammad Sairi Hasbullah mengungkapkan, pemerintah saat ini memiliki peluang untuk menekan tingkat ketimpangan penghasilan dan pengeluaran antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan dana desa.

"Dana desa sangat mengurangi gap gini rasio di desa, asalkan dana desa digunakan untuk pembangunan," kata Sairi saat ditemui di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (18/4/2016).

[Baca juga: Masyarakat Miskin Hanya Habiskan Rp400 Ribu per Bulan]

Selain itu, BPS berharap agar dana desa ini dapat digunakan terutama untuk pembangunan infrastuktur pedesaan. Sehingga, dana desa tak lagi mengendap pada perbankan daerah hanya untuk mendapatkan bunga deposito.

"Perlu pembangunan infrastruktur di pedesaan yang masif. Ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di pedesaan," tukasnya.

Untuk diketahui, BPS mencatat pengeluaran 40 persen masyarakat kelas menengah ke bawah hanya mencapai antara Rp410.000-Rp420.000 ribu per kapita per bulan, sedangkan masyarakat kelas menengah sebesar Rp925.000 per kapita per bulan.

[Baca juga: Ekonomi Melambat, Konsumsi Masyarakat Miskin Malah Meningkat]

Khususnya untuk kelas menengah ke atas yang sebagian besar berada di perkotaan, BPS mencatat total pengeluaran kelas menengah ke atas sebesar Rp2,3 juta ke atas. Artinya, masih terdapat gap yang besar antara masyarakat berpenghasilan menengah ke atas yang sebagian besar berada di perkotaan dengan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang terdapat di pedesaan.(rai)

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya