"Perlu pembangunan infrastruktur di pedesaan yang masif. Ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di pedesaan," tukasnya.
Untuk diketahui, BPS mencatat pengeluaran 40 persen masyarakat kelas menengah ke bawah hanya mencapai antara Rp410.000-Rp420.000 ribu per kapita per bulan, sedangkan masyarakat kelas menengah sebesar Rp925.000 per kapita per bulan.
[Baca juga: Ekonomi Melambat, Konsumsi Masyarakat Miskin Malah Meningkat]
Khususnya untuk kelas menengah ke atas yang sebagian besar berada di perkotaan, BPS mencatat total pengeluaran kelas menengah ke atas sebesar Rp2,3 juta ke atas. Artinya, masih terdapat gap yang besar antara masyarakat berpenghasilan menengah ke atas yang sebagian besar berada di perkotaan dengan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang terdapat di pedesaan.(rai)
(Raisa Adila)