JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan dalam beberapa tahun ke depan Bandara Soekarno Hatta menjadi bandara transit, khususnya paska pengoperasian terminal 3 Ultimate yang beroperasi penuh pada Maret 2017.
"Kita memang harus mengubah orientasi jakarta menjadi transit city juga. Nggak bisa ini kita jadi pemain sendiri," kata Direktur Utama Angkasa Pura II (AP) Budi Karya Sumadi, Kamis (21/4/2016).[Baca juga: Operasikan Terminal 3 Bandara Soetta, Pendapatan Non-Aero AP II Naik]
Budi mengatakan, tahap awal yang dilakukan AP II untuk menjadikan terminal 3 Ultimate sebagai bandara transit, yakni membenahi pelayanan, di mana menyediakan seluruh prasarana dan sarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti rumah sakit, fasilitas keuangan dan lain-lainnya.
"Tapi pertama kali kita harus bisa memberikan fasilitas paripurna yang bisa memberikan pelayanan sama baiknya dengan bandara-bandara yang ada di luar negeri," tambahnya.
Menurut Budi, potensi Bandara Soekarno Hatta menjadi bandara transit seperti Singapura sangat besar. Di mana, setiap harinya terdapat 13 juta orang yang terbang di atas langit Jakarta tanpa mendarat terlebih dahulu di Soetta melainkan mendarat atau transit di Kuala Lumpur dan Singapura.
"Makanya target kita ya 3-4 jutanya ke sini kalau kita jadi transit. Kalau 3-4 juta ke sini, paling nggak 1 juta jadi turis. Yang tadinya cuma mau transit, tapi melihat ada peluang wisata, mereka sekalian wisata. Kan bertambah pariwisata kita," tutupnya.
(Fakhri Rezy)