Jelang Puasa, Masyarakat Khawatir Akan Listrik

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 25 April 2016 14:13 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

PALEMBANG - Pemadaman aliran listrik yang sering terjadi belakangan ini memicu kekhawatiran masyarakat. Sekitar 42 hari lagi, umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadan dan banyak aktivitas dilakukan di malam hari.

Warga berharap persoalan mendasar tersebut dapat diantisipasi sehingga selama bulan Ramadan benar-benar tidak terjadi pemadaman seperti sebelumnya. Karena jika tidak, pemadaman listrik juga dapat mengganggu persediaan dan distribusi air PDAM, yang masih sangat tergantung dengan ketersediaan aliran listrik.

FA Hidayat (30), warga Jalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang mengaku sangat mengkhawatirkan pelayanan PLN, karena pemadaman akhir-akhir ini semakin sering.

“PLN tu BUMN sudah bagus mak ini ari, cuman masalah sekarang ngapo nak mati lampu terus. Dak tau ngapo cak itu. Semalem (tadi malam) bae, se Jakabaring anget gelap galo. Ini buktinyo bae, padam cak ini sering di mano-mano,” ujarnya.

(Baca Juga: Krisis Listrik Masih Hantui Jawa dan Bali)

Menyambut bulan puasa ini, warga sangat berharap PLN dapat membuat perecanaan dan stra tegi karena listrik telah menjadi kebutuhan utama.

“Apolagi cuaca Palembang mak ini hari panas bedeng kang, cak mano bulan puaso kagek nak di matike lampu pulok. Payo berejo dari sekarang kalu nak bedandan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Usmani (42), warga jalan Jepang Alang-Alang Lebar, Palembang.

Ia mengaku, layanan PT PLN sudah cukup baik, namun masih harus ditingkatkan, terutama terkait pemadaman yang masih sering terjadi. “Harapan kita sebagai warga tentu tidak terjadi pemadaman listrik, karena semua tahu listrik kebutuhan dasar apalagi dibulan puasa nanti,” harapnya.

Menurut Usman, setiap hari saat ini hampir dipastikan terjadi pemadaman dengan durasi yang bervariasi.

Bahkan yang membuat warga takut, beberapa hari lalu terjadi pemadaman secara mendadak berulang kali dalam waktu yang tidak lama. “Pernah juga listrik ini hidup mati dan hidup lalu mati lagi. Ini kan kalu dibiarkan peralatan elektronik bisa jebol (rusak). Hujan sedikit sudah bermasalah, dan ini terjadi selalu setiap tahun dan berulang–ulang. Kita berharap dan berdoa juga semoga PLN tahun ini dapat mengatasi itu,” imbuhnya.

Anggota DPRD Sumsel Mgs H Syaiful Padli menyatakan, persoalan pemadaman listrik menjadi perhatian pihaknya. Untuk itu, anggota dari Dapil I pun jelas Syaiful, sempat mengunjungi PLN belum lama ini.

“Kita mengharapkan ada peningkatan atau penambahan kapasitas daya listrik untuk wilayah Sumsel terutama Kota Palembang. Apalagi, Sumsel disebut sebagai lumbung energi bahkan sudah mengirim listrik ke luar daerah seperti Jambi seharusnya jangan sering padam,” ujar Anggota Komisi III DPRD Sumsel.

Dia menekankan, PLN harus sesegera mungkin melakukan penambahan daya atau memastikan kecukupan energi listrik bagi daerah. Petugas lapangan, lanjut Syaiful, harus lebih proaktif. Adanya laporan masyarakat ke nomor layanan PLN seharusnya disikapi dengan cepat tanggap dan tepat.

“Peningkatan layanan harus dilakukan terus menerus, apalagi masyarakat pun sudah membayar tarif listrik,” katanya.

Apalagi, Syaiful menambah kan, makin dekatnya bulan suci Ramadan diharapkannya tidak ada pemadaman. Untuk itu, PLN harus sudah siap dengan semuanya.

“Jika memang ada upaya pemeliharaan atau perbaikan ya harus cepat dilakukan, jangan sampai pemadaman terjadi saat bulan suci Ramadan. Kalau ada perbaikan, pemeliharaan dan peningkatan layanan kita dukung itu, segera dilaksanakan,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB), Lilik Hendro Purnomo membantah terjadi pemadaman bergilir. Menurutnya, yang terjadi ini dikarenanya adanya ganggguan.

“Ada gangguan sehingga listrik padam. Namun kita berupaya me lakukan perbaikan gangguan secepat mungkin,” ujarnya tadi malam.

Terkait kekhawatiran sering terjadi pemadaman di bulan Ramadan, sambung Lilik, pihaknya telah melakukan sejumlah langka antisipasi sejak tiga bulan sebelum Ramadan dengan melakukan perbaikan dan pemeliharaan seperti pada gardu induk dan berbagai transmisi.

Di samping itu juga dilakukan berbagai persiapan perbaikan di sejumlah lokasi secepat-secepatnya temporer. Pemeliharaan jaringan ini dilakukan dengan maksud agar keandalan suplai listrik lebih terjamin dan benar-benar optimal.

“Sejak tiga bulan sebelum Ramadan kita sudah memprogramkan pemeliharaan-pemeliharaan. Nah, Ramadan pun sudah tidak lama lagi yakni sekitar 40 hari kedepan. PLN pun siap memberikan pelayanan terbaik dengan berbagai upaya agar tak ada pemadaman listrik pada bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Untuk itu, Lilik mengaku, terkait persiapan keandalan layanan di bulan Ramadan, terjadi pemadaman saat ini karena adanya perbaikan atau pemeliharaan.

“Makanya bisa jadi, sebulan atau 40 hari jelang Ramadan ini ada pemadaman listrik untuk pemeliharaan dan perbaikan. Sehingga Ramadan kami harap pun kondisi benar-benar baik dan kondusif dan tak ada pemadaman bergilir,” katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya