Terangi Indonesia Timur, Menteri ESDM: Kita Gunakan Matahari, Air dan Angin

Dedy Afrianto, Jurnalis
Selasa 26 April 2016 06:10 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Wacana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) untuk menggunakan energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen dari total penggunaan energi pada tahun 2025 kini telah mulai direalisasikan. Salah satunya adalah pada proyek elektrifikasi di Indonesia Timur.

Namun, selama ini yang menjadi kendala utama dari proyek pembangunan infrastruktur listrik di Indonesia Timur adalah sulitnya menembus medan untuk terhubung dengan jaringan listrik nasional.

Lantas, apa yang rencana yang akan diterapkan oleh pemerintah agar target 90 persen elektrifikasi di Indonesia Timur dapat tercapai pada tahun 2019?

Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan akan menggunakan alternatif energi untuk dapat menerangi daerah Indonesia Timur, yaitu dengan menggunakan energi baru dan terbarukan yang tidak merusak lingkungan dan mudah didapatkan.

"Ada matahari, ada air, ada angin yang tergantung pada daerahnya. Kita ingin memanfaatkan itu. Karena itu jalan terbaik untuk membangun listrik yang jauh dari nasional grid (jaringan listrik nasional)," kata Sudirman dalam sesi wawancara ekslusif dengan Okezone di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

(Baca Juga: Minyak Akan Habis, ESDM Dorong EBT hingga 20%)

Khususnya untuk daerah di Indonesia Timur, kata Sudirman, kawasan ini memiliki karakter khusus yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Baik melalui pembangkit listrik tenaga angin ataupun dengan menggunakan tenaga air dan panas matahari.

"Hubungannya dengan energi terbarukan, karena daerah itu daerah yang sulit dijangkau dengan jaringan nasional, dan sebetulnya energi terbarukan karakternya kan ada di tempat (daerah) masing-masing," jelas Sudirman.

Dengan program ini, maka diharapkan target penggunaan energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen dapat tercapai pada tahun 2025. Tentunya secara perlahan hingga mencakup pada berbagai sektor.

"Kita kan ingin mencapai 23 persen energi terbarukan pada tahun 2025. Dan kebetulan 6 Provinsi (Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua) ini dapat dilakukan dengan energi terbarukan," tukasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya