JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) berencana akan membangun proyek elektrifikasi di Indonesia Timur. Enam provinsi pun telah dipatok sebagai tujuan utama pembangunan proyek listrik, yaitu Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Namun, proyek yang ditargetkan dapat rampung sebesar 90 persen pada tahun 2019 ini masih memiliki kendala dalam sisi pendanaan. Pasalnya, dari total dana yang dibutuhkan sebanyak Rp100 triliun, APBN hanya sanggup untuk menanggung besaran anggaran sebesar 20 persen hingga 30 persen.
"Kalau yang kita butuhkan keseluruhan kurang lebih Rp100 triliun. Kalau APBN kita bisa meng-cover itu 20 persen sampai 30 persen," kata Menteri ESDM Sudirman Said dalam sesi wawancara eksklusif dengan Okezone di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
(Baca Juga: Krisis Listrik Masih Hantui Jawa dan Bali)
Artinya, total dana yang masih dibutuhkan pun mencapai Rp70 triliun hingga Rp80 triliun. Untuk mendapatkan dana investasi ini, KESDM berencana akan memberikan insentif khusus kepada para investor. Salah satunya adalah kemudahan regulasi dan hal-hal teknis lainnya dalam berinvestasi.