"Sisanya nanti melalui investasi. Caranya (menarik investor) yaitu melalui insentif dan regulasi," jelasnya.
Sudirman menambahkan, dana sebesar Rp100 triliun ini belum termasuk untuk proyek kelistrikan di luar enam provinsi Indonesia Timur yang saat ini menjadi target utama pemerintah.
Terdapat beberapa daerah lainnya yang juga akan dibangun proyek elektrifikasi. Dengan begitu, peluang bagi investor untuk dapat berinvestasi pada sektor ini pun sangat terbuka lebar.
"Ini belum termasuk yang di Natuna, di Nias, Semeleu, sampai di atas juga, di Kepulauan Morotai ke atas itu juga," tutup Sudirman.
(Dani Jumadil Akhir)